9 Alasan Untuk Tidak Meremehkan Seorang Introvert

Alasan untuk tidak meremehkan introvert

Hampir semua orang suka menilai orang lain baik secara positif maupun negatif, secara langsung atau tidak, terus terang atau secara diam-diam. Kebanyakan kita menilai melalui apa yang orang lain gunakan, keputusan apa yang diambil atau bahkan pada kepribadian yang dimiliki nya (Introvert, ekstrovert, atau ambivert).

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu orang yang paling sering dinilai adalah mereka yang lebih memilih "diam" di lingkungan yang ramai, intensitas pertemuan yang jarang, dan sering beraktivitas di dalam ruangan. misterhidayat.blogspot.com berbicara mengenai kepribadian introvert tentunya, karena sering kali di salahpahami mengenai kepribadian yang satu ini.

Disini, akan dijelaskan 9 alasan untuk tidak meremehkan seorang introvert


1. Introvert dan IQ


Seringkali kita mudah menyalahartikan seorang yang pendiam ketika kita cenderung lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Dan memang benar bahwa introvert lebih suka mengamati, berfikir, lalu menyimpulkan dan membaginya dengan orang lain. Meski begitu, tidak semua orang akan mengerti, justru kebanyakan orang percaya kalau seorang yang pendiam itu karena kurangnya pemikiran dan karena rasa malu.

Tapi bukan itu masalahnya pada introvert, Ada gunanya untuk memprioritaskan waktu sendiri khususnya untuk kecerdasan. Diperkirakan bahwa 75%  dari 160 orang-orang dengan IQ tinggi adalah seorang introvert. 

Dan meskipun introvert hampir menghabiskan waktunya dengan "diam", itu bukan karena mereka tidak memiliki pemikiran cerdas untuk berbagi, tapi itu karena mereka mengamati sebelum mereka mengungkapkan pemikirannya dengan orang lain.

2. Introvert adalah orang-orang yang berorientasi ke dalam diri


Yang berarti bahwa seorang introvert lebih cenderung bertindak melalui keyakinan yang mendalam, dan dari apa yang mereka percayai, bukan dari orang lain. Introvert termotivasi secara alami tanpa terpengaruh dari luar diri mereka, tidak perduli akan penghargaan materialistik atau pengakuan orang lain.

Introvert tahu siapa dan apa yang mereka inginkan dalam hidup, dengan hal tersebut membuatnya lebih mudah untuk fokus dan mencapai tujuan mereka.

3. Introvert dan CEO


Kita percaya bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang ada pada orang-orang yang berkepribadian ekstrovert karena sifat mereka yang terbuka, mendominasi dalam sebuah negosiasi, meyakinkan investor, dan memotivasi karyawannya. Pada akhirnya semua orang menarik kesimpulan kalau orang ekstrovert lebih cocok memimpin sebuah kelompok atau perusahaan dibandingkan dengan orang yang berkepribadian introvert.

Namun, ternyata hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar, para peneliti di Universitas Stanford dan Chicago telah melakukan riset terhadap 4591 CEO dan mereka menemukan fakta bahwa pemimpin yang memiliki kepribadian introvert justru mampu menjalankan perusahaan dengan lebih baik. 

Bagaimana bisa? Ternyata ada beberapa hal yang dimiliki seorang pemimpin introvert jika dibandingkan dengan ekstrovert

  •  Pemimpin introvert belajar dengan mendengarkan

Dalam mengambil keputusan, orang introvert cenderung mendalami sebuah permasalahan terlebih dahulu, menyimak dengan seksama setiap kata dari orang yang sedang mengungkapkan pendapat. Lalu mereka akan menyaring setiap informasi dan berbicara setelah mendalami topik tersebut.

  • Pemimpin introvert memiliki kebijaksanaan

Perbedaan mencolok ekstrovert dan introvert adalah dalam mengambil kesempatan, pemimpin ekstrovert akan berani mengambil resiko sementara introvert lebih berhati-hati.
Mungkin perusahaan memerlukan orang-orang yang berani mengambil resiko untuk mencapai hasil yang lebih baik, tapi jangan pernah lupa untuk berhati-hati agar bisnis terus berjalan.

  • Pemimpin introvert pembicara yang hebat

Dalam diam mereka belajar. Sehingga pada saat presentasi, mereka bisa mengeluarkan semua ilmu yang telah dipelajari. Sifat tenang untuk bisa menguasai diri didepan orang banyak membuat orang lain kagum.

  • Pemimpin introvert lebih nyaman bekerja sendiri

Pemimpin introvert lebih suka bekerja sendiri pada ruang tertutup agar bisa fokus. Co-founder Apple Steve Wozniak mengatakan bahwa kebanyakan penemu dan insinyur adalah orang yang pemalu dan bisa hidup dengan dunianya sendiri. Sebab mereka bisa bekerja dengan baik dan menciptakan temuan hebat saat sendiri.

source: inc-asean.com dan entrepeneur.com

4. Hidup Sendiri? Tidak masalah


Ada banyak hal menarik yang ada di fikiran seorang introvert untuk memiliki kehidupannya sendiri, Hidup sendiri memang terdengar membosankan dan menakutkan, tapi tidak untuk seorang introvert. Mereka bisa dengan mudah bertahan karena mereka sudah terbiasa melakukan semuanya sendirian. 
Menjadi sendirian di banyak waktu mengubah kamu menjadi pribadi yang mandiri, baik secara emosional, sosial, ataupun finansial.

5. Introvert suka merangsang fikirannya


Introvert adalah pengamat dan pemikir, Mereka akan tertarik untuk melakukan percakapan dengan topik menarik dan merangsang pikiran. Meski introvert lebih memilih ketenangan, mereka tidak akan menolak untuk mengobrol dengan teman sebayanya.

6. Banyak orang terkenal adalah introvert


Einstein pernah berkata 
" Kesamaan dan kesendirian hidup yang tenang merangsang pikiran untuk kreatif." 
Dan memang benar bahwa para introvert memanfaatkan waktu mereka sendiri untuk menjadi lebih produktif. Orang-orang terkenal seperti J.K Rowling, Einstein, Sir Isaac Newton, Rosa Parks, Gandhi, Dr. Seuus etc telah mengubah dunia seni, sains, dan cara orang dalam memandang para introvert.

7. Introvert memang dari lahir


Hans Eysenck, seorang psikolog Inggris kelahiran Jerman, mendefinisikan orang-orang introvert melalui tingkat arousal, 

Arousal secara harfiah memiliki arti pembangkit. Pembangkit disini maknanya adalah gairah atau emosi individu untuk melakukan sesuatu.

Teori arousal dalam psikologi lingkungan.
Dalam psikologi lingkungan, hubungan antara arousal dengan kinerja seseorang dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Tingkat arousal yang rendah akan menghasilkan kinerja yang rendah.
  • Makin tinggi tingkat arousalnya akan menghasilkan kinerja yang tinggi juga. 

Orang introvert memiliki tingkat arousal yang tinggi dan membutuhkan sedikit interaksi sosial. Selain itu, pemindaian otak menunjukan korteks prefrontal orang introvert lebih tebal dibandingkan orang ekstrovert. Hal tersebut dikaitkan dengan pemikiran dan perencanaan yang lebih mendalam.

Ini menunjukan bahwa menjadi introvert tidak dapat diubah, mau bilang apa lagi? mereka sudah seperti itu dari lahir.

8. Introvert dan pengetahuan


Lemony Snickets, penulis dari seris Unfortunate Events, pernah menyebutkan di salah satu bukunya bahwa 
"orang-orang yang membaca dengan baik tidak mungkin menjadi jahat". 
kita bisa setuju dengan pernyataan tersebut karena mengandung beberapa kebenaran, 
- ketika kamu mendapat banyak informasi dunia kamu akan menjadi lebih manusiawi, dari membaca banyak buku psikologi dan alam, 
- bersimpati kepada orang yang sedang sakit dan menderita dari membaca tentang penyakit dan kisah pasien yang menjalani penyakit mereka
- lebih toleran kepada orang lain dari membaca hal-hal tentang pengalaman hidup orang lain.

Belum lagi untuk orang yang mengetahui banyak hal saat melakukan percakapan atau diskusi, siapa yang tidak kagum kepada orang yang memiliki pengetahuan yang luas.

9. Introvert tidak suka menilai orang lain


Menjadi seseorang yang sering di judge atau dinilai orang lain, introvert belajar untuk tidak menghakimi orang lain. Berada di antara orang introvert berarti kamu bisa menjadi dirimu sendiri. Kamu bisa mengungkapkan pendapat yang tidak populer, mengatakan hal aneh dan rahasia. Semua akan aman ketika kamu bersama seorang yang introvert.



Itu tadi 9 alasan untuk tidak meremehkan seorang introvert, misterhidayat hanya ingin menyampaikan bahwa manusia memang makhluk yang suka menilai. Kita menilai orang lain bahkan diri kita sendiri. Tidak masalah jika kamu seorang introvert, ekstrovert, atau bahkan ambivert, kamu pasti pernah di judge sekali dalam hidup, dan tidak masalah, selagi kamu melakukan apa yang kamu ingin lakukan.

Kamu juga tidak perlu pergi keluar jika itu tidak membuatmu nyaman, sama seperti kamu tidak perlu berada didalam jika kamu merasa ingin keluar. Selagi kamu tidak menyakiti dirimu dan orang lain, semua akan baik baik saja.

Apakah kamu atau temanmu seorang introvert? Bagaimana pendapatmu mengenai introvert?
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 
Copyright © 2024 . All Rights Reserved.